Sunday, November 09, 2008
Mata yang Bersembunyi di Balik Tirai
Mengapa begitu banyak ulat pada makananku siang ini?
Dan seperti hari hari melelahkanku di Cina
Ini abad tujuh belas
Kepala kepala menunduk menjilati tanah dan kakiku
Aku Kaisar
Jubahku berat dan mahkotaku berrumpai rumpai
Buah persik telah lama dihias ribuan dayang tak berselendang
Embun pun telah disemai penuhi cangkir perakku
Mata itu yang bersembunyi dibalik tirai
Bagai pisau dengan kilatan
dan juga desahan
begitu menggoda
dahagaku
dahagamu
Mari kita selesaikan hari ini
Karena kehidupan yang lain tak kan pernah ada
Putri Putri meregang nyawa
Untuk menyelesaikan tariannya
Mata lain
Di ujung tangga
Menyapaku lembut
Tapi dinginnya terasa
Lalu
mengapa begitu banyak ulat pada makananku siang ini?
Posted at 10:15 am by satrio_welang