|
Jendela bukalah lenganmu biarkan angin menari di sekujur tubuhku agar kamar yang sempit tak sinis lagi padaku . Dedaunan merambat genit di dinding kamar menuruti perintah alam atas keperkasaan matahari. Mereka perkosa jendelaku di antara sarang laba laba pengutuk zaman Jendelaku pun hampir terbenam Jendela, biar mataku menembus langit meminta sabda atas tubuhku yang terjerat akar akar entah dari mana. Jendela apa kau yang membiarkan gagak itu masuk dan membisikkan kabar di telingaku. Bahwa ibu telah dipeluk awan. Dan sanggupkah kau menahan lempengan doa yang kan kulemparkan kelangit Siapkah kau tergores dan luka digerus kami yang tak pernah dipercaya langit Jendela kau hanya tersenyum padaku, Langit kan menungguku |
| langit_septa November 28, 2008 11:46 PM PST seneng aku baca tulisan ini mas satrio.. salam ya.. | ||
| Leave a Comment: |