Entry: Jendela , Jangan Kau Tampakkan Langit itu Padaku Wednesday, November 26, 2008



Jendela bukalah lenganmu biarkan angin menari di sekujur tubuhku agar kamar yang sempit tak sinis lagi padaku .

Dedaunan merambat genit di dinding kamar menuruti perintah alam atas keperkasaan matahari. Mereka perkosa jendelaku di antara sarang laba laba pengutuk zaman

Jendelaku pun hampir terbenam
membenamkan mataku dan semua ingatan akan dunia yang penuh warna seperti biru penguasa samudra

Jendela, biar mataku menembus langit meminta sabda atas tubuhku yang terjerat akar akar entah dari mana.

Jendela apa kau yang membiarkan gagak itu masuk dan membisikkan kabar di telingaku. Bahwa ibu telah dipeluk awan.

Dan sanggupkah kau menahan lempengan doa yang kan kulemparkan kelangit

Siapkah kau tergores dan luka digerus kami yang tak pernah dipercaya langit

Jendela kau hanya tersenyum padaku,
mengingatkanku senyum ibu saat mengelus rambutku
dan berbisik
'bahwa langit kan selalu menungguku '

Langit kan menungguku
Langit kan menunggu doa doa

   1 comments

langit_septa
November 28, 2008   11:46 PM PST
 
seneng aku baca tulisan ini mas satrio..

salam ya..

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments